Langsung ke konten utama

[Lv2] Mode Rendering Nuxt 3: SSR, SSG, CSR, dan Strategi Hybrid

Memilih mode rendering yang tepat adalah keputusan produk, bukan sekadar preferensi teknis.


1. Fokus wawancara

  1. Menjelaskan SSR/SSG/CSR/hybrid dengan jelas
  2. Memetakan skenario bisnis ke pilihan rendering
  3. Membahas trade-off SEO, freshness, dan biaya

2. Perbandingan mode rendering

ModeWaktu renderSEOBiaya server runtimePaling cocok untuk
SSRPer requestKuatLebih tinggiHalaman SEO dinamis
SSGSaat buildKuatRendahKonten yang mayoritas statis
CSRRuntime browserLebih lemah secara defaultRendahDashboard bergaya aplikasi
HybridCampuran per routeTergantung routeSeimbangProduk besar dengan kebutuhan campuran

3. Dasar konfigurasi Nuxt 3

SSR aktif

export default defineNuxtConfig({
ssr: true,
});

Mode khusus CSR

export default defineNuxtConfig({
ssr: false,
});

Aturan route hybrid

export default defineNuxtConfig({
routeRules: {
'/': { prerender: true },
'/blog/**': { prerender: true },
'/products/**': { ssr: true },
'/dashboard/**': { ssr: false },
},
});

4. Panduan keputusan praktis

Gunakan SSR ketika:

  • Konten halaman dinamis dan kritis untuk SEO
  • Metadata bergantung pada data runtime

Gunakan SSG ketika:

  • Konten jarang berubah
  • Anda menginginkan distribusi global cepat dengan CDN

Gunakan CSR ketika:

  • SEO bukan prioritas
  • Aplikasi sangat interaktif setelah login

Gunakan hybrid ketika:

  • Halaman publik membutuhkan SEO
  • Area terautentikasi berperilaku seperti SPA

5. Jebakan umum

  • Menggunakan CSR untuk halaman yang penting untuk indexing
  • Menggunakan SSR di semua tempat tanpa strategi cache
  • Tidak memisahkan kebutuhan route berdasarkan intent

Ringkasan siap wawancara

Saya memilih mode rendering per route berdasarkan pentingnya SEO, kesegaran data, dan biaya infrastruktur. Di Nuxt 3, route rules hybrid biasanya memberi keseimbangan terbaik untuk produk nyata.